Regards,
Irene Katarina
Senin, 21 September 2009
Sabtu, 19 September 2009
Jumat, 18 September 2009
Kamis, 17 September 2009
Jumat, 11 September 2009
Minggu, 06 September 2009
Sabtu, 05 September 2009
Fw: [id.bb] WTA : CDMA Tour
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: "Jerry P"
Date: Sat, 5 Sep 2009 08:46:36 +0000
To: Indonesian Blackberry<Indonesia-Blackberry@yahoogroups.com>
Subject: [id.bb] WTA : CDMA Tour
As subject, maaf kalau udah pernah di bahas,
Apakah Tour bisa diinject no CDMA Fren ? Kalau flexy kan pasti bisa ..;
Biaya inject satu nomer berapakah ?
Jerry P
powered by -OwnSelf-
__._,_.___
Indonesian Blackberry User Mailing List
MARKETPLACE
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
.
__,_._,___
Jumat, 04 September 2009
Fw: Nice sharing to read ^^
Regards,
Irene Katarina
From: Yuliani.Budianto@axa-services.co.id
Date: Wed, 2 Sep 2009 13:57:41 +0700
To: <irone78@gmail.com>; <nsh96mg@yahoo.com.au>; <irenekatarina@gmail.com>; <rina.harianto@gmail.com>
Subject: Nice sharing to read ^^
----- Forwarded by Yuliani Budianto/ceo office/asi/hq/Axa-Life on 09/02/2009 01:57 PM -----
| Muliyadi Suparman/ba/amfs/hq/Axa-Life 09/02/2009 09:20 AM |
|
| Apakah Engkau Yesus ? Share Thu at 2:27pm Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat. Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka ditangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa-gesa, mengejar penerbangan mereka pulang. Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang digunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan. Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-dekik terakhir pesawat itu tinggal landas. Semua, kecuali satu. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel. Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian, ia kembali ke pintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai. Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana. Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran di antara kerumunan orang-orang yang bersliweran di sekitarnya, tanpa seorang pun berhenti, atau pun cukup peduli untuk membantunya. Salesman itu berlutut di lantai di sampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali ke dalam keranjang dan membantu memajangnya di meja seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak ke dalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang dari dompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuk semua kerusakan ini. Apakah kau tidak apa-apa?" Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan, "Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah." Ketika pria ini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya, "Tuan..." Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta. Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?" Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara di dalam hatinya, "Apakah kau Yesus?" Apakah orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat perbedaannya ketika kita hidup dan berinteraksi di dalam dunia yang buta dan tidak mampu melihat kasih,anugrah dan kehidupanNya. Jika kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, dan bertindak seperti Yesus. Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada hanya sekedar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di gereja. Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya hari demi hari. Anda adalah seperti buah apel tersebut di mata Allah meskipun kita rusak dan menjadi cacat ketika kita terjatuh. Allah berhenti mengerjakan apa yang sedang Ia kerjakan, mengangkat Anda dan saya ke suatu bukit yang bernama Kalvari dan membayar penuh semua kerusakan kita. Mari mulai jalani hidup sesuai dengan harga yang telah dibayarkanNya. _._,_.___ . |
__,_._,___
----------------------------------------------------------
AXA Services Indonesia
Yuliani Budianto
CEO Office
AXA CENTRE
Ratu Plaza Office Building 10th. floor
Jl. Jendral Sudirman No. 9 Jakarta Pusat 10270
Tel: 62-21-726 8899
Fax: 62-21-726 1234
e-mail: Yuliani.Budianto@axa-services.co.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disclaimer:
This Message is confidential; its contents does not constitute a commitment by AXA Services Indonesia, except where provided for in a written agreement between you and AXA Services Indonesia. Any unauthorized disclosure, use or dissemination of the content, either whole or partial, is prohibited. If you are not the intended recipient of the message, please notify the sender immediately.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Postingan (Atom)
